Rabu, 10 Oktober 2012

Titik Balik Peradaban




 
Riview Buku
1.    TENTANG BUKU
Judul Buku           : Titik Balik Peradaban
(Sains, Masyarakat Dan Kebangkitan Kebudayaan)
Pengarang             : Fritjof Capra
Tebal Buku           : 571 Halaman
Bab                                    : Terdiri Dari 4 Bab
Buku Terjemahan : “ The Turning Point Science, Society And Rising Culture”
Bantam Book, New York.
Tentang Pengarang:
Merupakan Peraih Ph-D Dari Universitas Vienna, Telah Banyak Melakukan Riset Fisika Energi –Tinggi Di Berbagai Universitas  baik eropa maupun amerika. Di samping itu sejumlah tulisan riset yang bersifat teknis, Dr. Capra juga banyak menulis serta mengajar tentang implikasi filosofis dari sains modern. Bukunya The tao of physics, telah menjadi best seller internasional dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.
Kata –kata mutiara I - Ching :
“Setelah sebuah kehancuran datanglah titik balik. Cahaya penuh daya yang dahulu hilang kini bersinar kembali. Segala sesuatu adalah gerak, namun bukan tenaga....gerak, itu alami, mengalir spontan. Karena itulah pergantian menjadi mudah . yang lama berakhir , yang  baru terlahir. Keduanya berlangsung dalam saat yang telah ditentukan, karenanya tidak ada luka yang di timbulkan”.
Sinopsis buku:
Setelah Zaman Kehancuran : Datanglah Titik Balik.
Dinamika  yang mendasari problem-problem utama zaman kita – Aids, kriminalitas, perlombaan senjata nuklir, polusi, inflasi, krisis energi- adalah salah satu dan sama. Semuanya merupakan residu peradaban yang tidak terreduksi oleh sistem yang kita  kenal dengan modernisme.
Dan sekarang kita sudah sampai pada puncak perubahan yang dramatis dan penuh resiko. Sebuah titik balik bagi keseluruhan planet. Di saat seluruh perangkat peradaban lama sudah menjadi usang dan tidak dapat lagi menggerakkan roda sejarah. Kita perlu visi baru tentang realitas.sebuah visi yang akan memungkinkan munculnya daya yang mampu menstrasmisikan dunia kita kedalam sebuah aliran yang padu, menjadi gerakan positif bagi perubahan sosial.  Dalam buku ini Fritjof capra, seorang sainitis kenamaan, penulis best seller internasional The tao of physics, menghadirkan visi baru tersebut. Sebuah paradigma yang holistik tentang sains dan spiritualitas.
Pendahuluan
Minat utama profesional Fritjof Capra selama tahun 70-an adalah pada perubahan teori dan konsep dalam bidang fisika yang terjadi secara dramatis selama tiga tahun awal abad ini, dan bahkan masih terus terjadi pengembangan  di saat ini, bahkan masih terus terjadi pengembangan di saat ini dalam teori tentang materi. Konsep baru dalam fisika telah membawa perubahan yang sangat mendasar bagi pandangan dunia kita. Konsep Descartes dan Newton yang mengkanistis kepada pandangan yang holistik dan ekologis, sebuah pandangan yang menurut Fritjof Capra memiliki berbagai kesamaan dengan pandangan mistisisme dari semua tradisi di sepanjang zaman.
Pandangan baru tersebut tidak begitu saja diterima oleh ilmuan pada permulaan abad ini. Perubahan dunia atom dan subatomik membawa mereka bertemu dengan realitas yang tampaknya tidak dapat dijelaskan dengan deskripsi yang koheren. Kemudian para ilmuan sadar bahwa problem yang mereka pikul bukan sekedar persoalan intelektual, melainkan lebih banyak pada tekanan emosional (krisis eksistensial). Perlu waktu lama bagi mereka untuk mengatasi krisis ini, namun di akhiri perjuangan itu mereka mendapat imbalan berupa pandangan yang mendalam tentang hakikat materi serta hubungannya dengan jiwa manusia.
Buku ini membahas tentang beberapa paradigma yang terbagi menjadi empat kelompok. Bagian pertama perkenalan terhadap tema-tema pokok buku ini. Bagian kedua menguraikan perkembangan historis pandangan dunia Cartesian-Newtonian serta perubahan dramatis konsep-konsep dasar mereka dalam fisika modern. Bagian ketiga, yang menguraikan pengaruh pokok pemikiran Cartesian-Newtonian dalam biologi, kedokteran, psikologi dan ekonomi, serta mengajukan berbagai kritik terhadap paradigma mekanistik yang ada pada bidang-bidang tersebut. Dan pada bagian ke empat membahas tentang seputar visi realitas baru. Visi baru ini mencakup pandangan sistem-sistem yang sedang bangkit tentang kehidupan, jiwa, kesadaran, evolusi, pendekatan holistik yang saling  terkait dalam kesehatan dan pengobatan, pemaduan terhadap pendekatan timur dan barat terhadap psikologi dan psikoterapi, sebuah kerangka kerja konseptual baru dalam ekonomi dan teknologi, serta sebuah perspektif yang ekologis dan feminis dan bersifat spiritual dalam hakikat ultimanya, serta akan membimbing kepada perubahan mendasar bagi struktur budaya dan politik kita.
2.    POKOK – POKOK PIKIRAN
Buku Titik Balik Peradaban ini sebagian besar merupakan refleksi perkembangan personal yang di alami oleh pengarang. Pada BAB II Mesin Dunia Ala Newton pokok pikiran nya adalah menguraikan tentang perkembangan historis pandangan dunia Cartesian-Newtonian serta perubahan dramatis konsep-konsep dasar mereka dalam fisika modern.
Manusia hidup dalam komunitas-komunitas kecil dan erat, dan menjalani kehidupan alam raya dalam pengertian hubungan yang organik, yang ditandai oleh saling ketergantungan antara fenomena spiritual dengan fenomena material dan prinsip bahwa kebutuhan masyarakat umum lebih utama dari pada kepentingan pribadi. Kerangka ilmiah dari pandangan dunia yang organik ini didasarkan atas dua otoritas-Aristoteles dan Gereja. Pada abad ke-13 Thomas aquinas memadukan sistem alam Aristoteles yang komprehensif dengan teologi dan etika kristen, dan menetapkan kerangka konseptual yang tetap tak terbantahkan selama abad pertengahan.
Sifat dasar ilmu pada abad pertengahan sangat berbeda dengan sifat dasar ilmu modern. Ilmu abad pertengahan didasarkan atas penalaran dan keimanan dan tujuan utamanya adalah memahami makna dan signifikansi segala sesuatu , dan bukan untuk tujuan peramalan dan pengendalian. Para ilmuan abad pertengahan, yang mencari-cari tujuan dasar yang mendasari berbagai fenomena, menganggap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan tuhan, roh manusia, dan etika sebagai pertanyaan-pertanyaan yang memiliki signifikansi tertinggi.
Pandangan pada abad pertengahan berubah secara mendasar di abad ke 16 dan ke 17. Pandangan alam semesta sebagai sesuatu yang bersifat organik, hidup dan spiritual digantikan oleh pengertian bahwa dunia itu sebuah mesin, dan mesin itu kemudian menjadi metafora yang dominan pada zaman modern. Hal ini di sebabkan oleh perubahan-perubahan revolusioner dalm ilmu fisika dan astronomi yang mencapai puncaknya pada prestasi yang dicapai oleh copernicus, Galileo, dan Newton. Ilmu pada abad ke 17 itu di dasarkan atas suatu metode penelitian baru, yang dikembangkan dengan sedemikian kuat oleh francis Bacon, dengan melibatkan deskripsi alam matematis dan metode penalaran analitik yang disusun oleh si jenius Descartes.
Revolusi ilmiah ini dimulai dengan Nicolas copernicus, yang mematahkan pandangan geosentrik ptolemy dan geraja yang telah diterima sebagai dogma selama lebih dari seribu tahun. Copernicus diikuti oelh Johannes kepler, seorang ilmuan dan sekaligus seorang ahli mistik yang mencari harmoni planet-planet yang melalui kerja keras dan dengan menggunakan tabel-tabel astronomi dia mampu merumuskan hukum-hukum empiriknya yang terkenal tentang gerak planet, yang memberikan dukungan lebih jauh pada sistem copernicus. Perubahan pandangan oleh Galileo Galilei, yang terkenal menemukan hukum-hukum bintang jatuh ketika dia mengalihkan perhatiannya pada astronomi. Peran Galileo Galilei dalam revolusi ilmiah jauh melebihi prestasinya dalam astronomi, meskipun semua itu tidak dikenal luas karena pertentangannya dengan gereja.  Galileo dalah orang pertama yang memadukan percobaan ilmiah dengan bahas matematika untuk merumuskan hukum-hukum alam yang ditemukannya. Dia dikenal sebagai bapak ilmu modern yang menetapkan postulat bahwa mereka harus membatasi diri untuk mempelajari sifat-sifat esensial benda material-bentuk, bilangan, dan gerakan yang di ukur dan dikuantifikasikan. Sifat-sifat lainnya, seperti warna, suara, rasa dan bau hanyalah proyeksi mental subyektif yang tidak oleh dimasukkan ke dalam ranah ilmu.
Galileo melakukan percobaan – percobaan yang cemerlang di Italia, sementara Francis bacon merumuskan metode ilmu empiris secara panjang lebar di Inggris. Bacon adalah orang yang pertama yang merumuskan teori tentang prosedur induktif dengan sangat jelas. Tujuan ilmu pada zaman kuno adalah untuk mencari kearifan, dengan memahami tatanan alam dan kehidupan yang harmonis dengan alam. Ilmu dicari “demi keagungan Tuhan”, atau seperti ungkupan cina, untuk “mengikuti tatanan alam”. Sejak Bacon, tujuan ilmu berubah menjadi pengetahuan yang dapat digunakan untuk menguasai dan mengendalikan alam, dan sekarang baik ilmu maupun teknologi digunakan untuk tujuan-tujuan yang sama sekali anti-ekologis.
Perubahan penting dalam perkembangan peradaban barat lebih jauh, dimulai dan disempurnakan oleh dua tokoh terkemukan oleh dua tokoh terkemuka abad ke tujuh belas Descartes dan Newton.
Rene Descartes biasanya dianggap sebagai pendiri filsafat modern. Dia adalah seorang ahli matematika yang cemerlang dan pandangan filosofisnya sangat di pengaruhi oleh fisika baru dan astronomi. Dia tidak menerima semua pengetahuan tradisional. Tetapi siap membangun suatu sistem pemikiran baru yang utuh. Pada usia 23 tahun, Descartes mengalami suatu visi iluminasi yang kemudian membentuk keseluruhan hidupnya. Dimana dengan visi ini telah menumbuhkan keyakinan yang kuat pada dirinya tentang kepastian pengetahuan ilmiah, dan tugas dalam kehidupannya adalah membedakan kebenaran dari kesalahan dalam semua bidang pelajaran.
Kepercayaan pada kepastian pengetahuan ilmiah berasal dari dasar falsafah ala Descartes dan dasar pandangan dunianya yang diambil dari filsafat itu, dan disinilah descartes melakukan kesalahan. Metode pemikiran Descartes dan pandangannya tentang alam telah mempengaruhi semua cabang ilmu modern dan mungkin masih berguna pada saat ini. Penerima pandangan Cartesian sebagai salah satu-satunya cara yang sahih bagi pengetahuan telah memainkan peran yang sangat penting dalam menghasilkan ketidakseimbangan budaya kita pada saat ini. Kepastian ini bersifat matematis, dan hal ini diyakini Descartes bahwa kunci alam semesta adalah struktur matematis, dan ilmu merupakan sinonim dari matematika.
Galileo, Descartes percaya bahwa bahasa alam adalah matematika, dan keinginannya untuk menggambarkan alam dalam pengertian matematika membawa Descartes pada penemuannya yang terkenal yaitu mampu menghubungkan aljabar dengan geometri sehingga muncul cabang matematika baru yang dikenal dengan geometri analitik. Inti metode Descartes adalah keraguan adalah keraguan yang mendasar. Metode Descartes  bersifat analitik, metode itu terdiri atas pemecahan pikiran dan masalah potongan-potongan kecil dan penyusunan kembali potongan-potongan itu dalam tatanan logisnya. Metode Descarteslah yang memungkinkan NASA mengirim manusia ke bulan.
Descartes manyandarkan keseluruhan pandangannya tentang alam pada fundamental antara dua alam yang mandiri dan terpisah, yaitu alam pikiran, atau res cogitans “benda berikir” dan alam materi atau res extensa,”benda luas”. Bagi Descartes, eksistensi tuhan sangat esensial bagi filsafat ilmiahnya, tetapi pada abad-abad berikutnya para ilmuan menghilangkan setiap referensi eksplisit kepada tuhan dan mengembangakn teori-teori mereka sesuai dengan pemisahan Descartes, ilmu-ilmu kemanusiaan memusatkan pada res contigans dan ilmu-ilmu alam yang memusatkan pada res extensa.
Descartes menerangkan dengan panjang lebar bagaimana gerak dan berbagai fungsi biologis tubuh dapat direduksi menjadi mekanis, dengan maksud menunjukan bahwa organisme hidup itu tidak lain hanyalah sebuah otomat belaka. Penjelasan ini menunjukan bahwa dia sangat terpengaruh oleh keasyikan seni Baroque pada abad ke tujuh belas, mesin “hidup“  yang membuat orang senang dengan membuat keajaiban gerakan –gerakan yang tampak spontan.
Pandangan Descartes tentang organisme  hidup telah mempunyai pengaruh yang menentukan dlam perkembangan ilmu-ilmu kehidupan. Terutama dalam biologi tetapi juga telah membatasi arah penelitian ilmiah. Yang menjadi masalah adalah para ilmuan di dorong oleh keberhasilan mereka dalam memperlakukan organisme hidup sebagai mesin, cenderung mempercayai bahwa organisme hidup itu tidak lebih dari sekedar mesin.
Descartes menciptakan kerangka konseptual unutk ilmu abad ke tujuh belas, tetapi pandangannya tentang dunia sebagai sebuah mesin yang sempurna yang di atur oleh –oleh hukum-hukum pasti matematika terpaksa tetap tinggal sebagai visi selama hidupnya. Orang yang menyadari mimpi descartes itu dan melengkapi revolusi ilmiah adalah Isaac Newton, yang lahir di Inggris pada tahun 1642, yaitu tahun kematian galileo. Newton mengembangkan suatu formulasi pandangan dunia mekanistikyang matematis dan lengkap, sehingga menghasilkan sintesis yang agung karya-karya Copernicus, Kepler , Bacon, Galileo, dan Descartes, Fisika Newton, mahkota prestasi ilmu pada abad ke tujuh bela, memberikan suatu teori matematis konsis tentang dunia yang tetap menjadi dasar pemikiran ilmiah hingga abad ke dua puluh.  Pemahaman newto tentang matematikajauh lebih kuat dari orang-orang sezamannya. Dia mencipatakan suatu metode yang baru , yaitu tentang kalkulus diferensial.  Newton menyajikan teorinya tentang dunia secara rinci dalam bukunya Mathematical Principles of Natural Philoshopy.
Pada masa sebelum newton, terdapat dua kecenderungan yang berlawanan pada ilmu aba ketujuh belas , metode empiris induktif  yang diwakili oleh bacon dan metode rasional deduktif yang diwakili oleh descartes. Unsur –unsur dunia newton yang bergerak dalam ruang absolut dan dalam waktu absolut adalah partikel-partikel materi, objek kecil, padat, dan tak bisa dihancurkan, yang merupakan asal usul dari semua benda.
Dalam pandangan mekanistik newton, semua fenomena fisik direduksi menjadi gerak partikel benda, yang disebabkan oleh kekuatan yang tarik menarik, kekuatan gravitasi. Teori newton ini mampu menjelaskan gerak planet, bulan, dan komet hingga kerincian-rincian yang  terkecil, begitu pula aliran gelombang dan berbagai fenomena lain yang berkaitan dengan gravitasi.
Sementara elektromagnetisme menggulingkan mekanika newton sebagai teori ultima mekanika alam, muncullah suatu kecenderungan pemikiran baru yang melebihi mesin dunia newton dan kemudian mendominasi tidak hanya abad ke sembilan belas melainkan  juga semua pemikiran ilmiah pada masa berikutnya. Pemikiran –pemikiran baru itu melibatkan konsep evolusi, perubahan, pertumbuhan, dan perkembangan. Penegrtian evolusi telah muncul dalm ilmu geologi, diman penlitian-penelitian seksama tentang fosil-fosil menunjukan para ilmuan menuju pada konsep kondisi bumi sekarang ini merupakan akibat dari perkembangan yang terus menerus yang disebabkan oleh  aksi kekuatan-kekuatan alam selam rentang waktu yang sangat panjang. Kini alam semesta digambarkan sebuah sistem yag berevolusi dan terus berubah dimana struktur-struktur kompleks berkembang dari bentuk-bentuk yang lebih sederhana.  
Boltzman menunjukan bahwa hukum termodinamika kedua merupakan hukum statistik. Penegasannya bahwa proses-proses itu tidak terjadi. Dalam sistem mikroskopik, yang terdiri dari sejumlah besar molekul, kemungkinan bahwa jumlah entropi sistem tersebut akan meningkat  menjadi kepastian yang semakin nyata.
Menurut fisika klasik, alam semesta berjalan menuju suatu kondisi entropi maksimum semacam itu. Dia akan bertabrakan  dan perlahan-lahan berhenti berputar.














    
3.    KOMENTAR
Kelebihan:
Buku ini sangat detail menjelaskan perkembangan ilmu dari abad ke abad. Di jelaskan bagaimana runtuhnya hukum newton yang terkalahkan oleh hukum termodinamika. Buku ini juga manjadikan kita tahu tentang sejarah perkembangan teknologi di dunia, yang  pada saat ini kita hanya bisa menikmatinya saja.
Dan sekarang kita sudah sampai pada puncak perubahan yang dramatis dan penuh resiko. Sebuah titik balik bagi keseluruhan planet. Di saat seluruh perangkat peradaban lama sudah menjadi usang dan tidak dapat lagi menggerakkan roda sejarah. Kita perlu visi baru tentang realitas.sebuah visi yang akan memungkinkan munculnya daya yang mampu menstrasmisikan dunia kita kedalam sebuah aliran yang padu, menjadi gerakan positif bagi perubahan sosial.  Dalam buku ini Fritjof capra, seorang sainitis kenamaan, penulis best seller internasional The tao of physics, menghadirkan visi baru tersebut. Sebuah paradigma yang holistik tentang sains dan spiritualitas.

Kekurangan:
Karena buku ini merupakan buku hasil terjemahan maka banyak kata-kata yang susah untuk di pahami. Dan karena jumlah halaman dari buku ini sangat banyak maka niat seseorang untuk membaca kurang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar